Oleh: Anwar Rosyid Soediro*
Diagram; Teologi Ismailiyah Tuhan yang Transendensi Absolut dan Hirarki Penciptaan Perantara – Ide-Ide Arketipal Neoplatonik adalah sebagai berikut: 1.Allah Yang Maha Esa (Tauhid): Prinsip pertama dan tertinggi. Dia melampaui keberadaan, pemikiran, dan persepsi, serta tidak memiliki bagian atau atribut. Ke-Esa-annya memancarkan realitas lain karena kodratnya yang mutlak sempurna dan melimpah, sebagaimana matahari memancarkan cahaya tanpa berkurang. 2.Akal Pertama (Pena) ditakwil sebagai cahaya imamah: Emanasi pertama dari Yang Esa. Akal pertama adalah kecerdasan murni dan sempurna, tempat berdiamnya Bentuk-Bentuk (Form) Platonis yang abadi atau ide-ide arketipal dari segala sesuatu yang ada.
3.Jiwa Universal (World Soul): Emanasi dari akal pertama. Jiwa universal berfungsi sebagai perantara antara alam intelligible (akal) dan dunia material. Jiwa menghasilkan dunia korporeal atau fenomenal, memberikan bentuk dan kehidupan pada materi. 4.Dunia Material/Fenomenal: Tingkat realitas terendah, yang paling jauh dari kesatuan Yang Esa dan memiliki multiplisitas paling besar. Meskipun demikian, dunia material masih dianggap baik secara moral dan merupakan produk dari providensi ilahi.
Proses ini bersifat non-temporal (tidak terjadi secara berurutan dalam waktu), tetapi merupakan struktur hierarkis keberadaan yang abadi. Tujuan akhir manusia adalah pendakian spiritual kembali ke Yang Esa melalui kontemplasi dan penyucian diri. (bersambung)
*Pemerhati Keagamaan, Filosof, dan Alumni Fakultas Teknik Pertanian UGM Yogyakarta
Editor: Jufri Alkatiri
