Pijarberita.com, Jakarta – Tim seleksi Anugerah Adinegoro 2025 menetapkan lima karya jurnalistik yang disiarkan di berbagai media di Indonesia selama 2025 — dipilih sebagai peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025, dalam sidang dewan juri yang dilaksanakan di Jakarta tanggal 7-9 Januari 2026. Adapun kelima kategori karya tersebut adalah media cetak, siber, fotografi, karya audio, dan video.
Sebanyak 749 karya yang masuk ke tim seleksi sejak 4 November hingga 17 Desember 2025 untuk kategori tersebut dan merupakan jumlah terbanyak dalam lima tahun terakhir yaitu 583 karya pada tahun 2021. Ratusan karya yang masuk sebagian besar berkualitas dari sisi jurnalistik, namun ada ketimpangan kualitas jurnalistik antara karya dari media pusat dan karya dari media daerah. Penentuan topik selaras dengan situasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 2025, meskipun penentuan topik ini membatasi masuknya karya dengan topik- topik yang lain.
“Pengumuman nama peraih penghargaan akan dilakukan beberapa hari mendatang, sedangkan penyerahan anugerah dilakukan pada acara puncak Hari Pers Nasional di Serang, Banten 9 Februari 2026,” kata Maria D. Andriana, salah seorang tim seleksi Anugerah Adinegoro PWI Pusat, hari ini di Jakarta.
Anugerah Jurnalistik Adinegoro atau AJA 2025 yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Hari Pers Nasional 2026, merupakan ajang penilaian karya jurnalistik tahunan. Tahun ini ditetapkan empat tema yaitu demokrasi, korupsi, ketahanan pangan, energi dan lingkungan. Dewan juri terdiri dari praktisi jurnalis berbagai media.
Peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025 akan menerima hadiah berupa trophy tetap AJA, piagam penghargaan, dan uang tunai sebesar 50 juta rupiah, sedangkan untuk 10 karya unggulan diberikan Piagam serta hadiah total senilai 25 juta rupiah.
Ketua Panitia Pelaksana HPN 2026, Zulmansyah Sekedang, mengatakan, panitia HPN 2026 sangat bersyukur dengan semangat dan antusiasme luar biasa wartawan se-Indonesia untuk mengikuti kompetisi Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025.
“Antusiasme wartawan itu, salah satu menandakan bahwa jurnalisme investigasi atau pun indepth news tidak pernah padam pada wartawan se-nusantara, kata Zulmansyah Sekedang yang juga sekjen PWI Pusat. (jal)
Editor: Jufri Alkatiri
