Pijarberita.com, Kuala Simpang, Aktivitas perekonomian pasca-bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh berangsur normal. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari melakukan pemantauan langsung ke lokasi pasca-banjir bandang di Kuala Simpang, Aceh Tamiang.
Qodari mengatakan, denyut ekonomi sudah mulai terlihat dengan dibukanya kembali perbankan, minimarket, hingga warung kopi. Kondisi Pasar Kualasimpang, cukup ramai meskipun sudah sore hari.“Adanya keluhan dari para pedagang yang ditemuinya di Pasar antara lain masalah permodalan dan kebersihan pasar yang akan segera disampaikan baik kepada kementerian, lembaga, maupun dinas terkait. Nanti kita sampaikan kepada Kementerian/Lembaga dan kepada dinas terkait untuk bisa ditangani,” kata Qodari saat mendatangi Pasar Kualasimpang, Aceh Tamiang, kemarin.
Tim Kantor Staf Presiden (KSP) yang dipimpin Qodari mendatangi dan melihat langsung aktivitas di minimarket yang sudah buka, dan mengunjungi warung kopi yang sudah mulai ramai. Kegiatan ekonomi yang sudah berangsur normal juga terlihat dari aktivitas perbankan di Bank Sariah Indonesia yang sudah mulai melayani sejumlah warga yang datang.
Menurut Qodari pemulihan kegiatan ekonomi segera dipercepat agar masyarakat bisa memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri dengan nyaman dan tenang. Pemerintah, kata Qodari, seoptimal mungkin berupaya memulihkan perekonomian warga.
“Itulah sebabnya Bapak Presiden membentuk Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-bencana yang dipimpin oleh Pak Tito Karnavian (Mendagri). Kami lihat di sini, dari pagi sampai sore hari, berbagai macam aspek, nanti akan kami laporkan kepada Kasatgas, agar dapat menjadi perhatian. Agar kondisi lebih baik menjelang bulan Ramadhan, bisa segera dicapai,” kata Qodari.
Menurut Qodarim Presiden Prabowo memberi perhatian yang sangat besar kepada bencana di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Kalau di Aceh ini, salah satu yang paling parah di Aceh Tamiang. Memang Aceh Tamiang ini posisinya dilalui oleh sungai besar, sungai Tamiang. Ada arahan-arahan instruksi Presiden, lewat Pak Seskab (Teddy Indra Wijaya), berkoordinasi kepada anggota kabinet untuk berbagai sektor, mulai dari pendidikan, perdagangan, kesehatan,” ujarnya.
Qodari mengakui kondisi saat ini tidak bisa sempurna dan pasti banyak catatan, karena bencana banjir di tiga provinsi luar biasa. “Bukan hanya air, tapi yang terberat adalah lumpur. Lumpur itu yang sangat-sangat tidak mudah diatasi. Hasilnya belum sempurna karena skala bencana yang sangat besar, tapi kita yakin optimistis bisa mengatasinya dengan kekuatan nasional sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo,” pungkasnya. (juf)
Editor: Jufri Alkatiri
