Sebuah Cerita Metaforis tentang Konflik Dunia    

Oleh: Soleman Yusuf*                                                      .

Di suatu sudut gurun yang panas, di antara debu sejarah dan bau minyak bumi — konon ada makhluk kecil yang jarang dibicarakan. Dia bernama Diiv, berkepala botak, kurus, dan di tubuhnya melilit seekor ular hitam yang selalu berbisik. Namanya tidak pernah tercatat di peta dunia tetapi setiap kali dunia hampir perang, dia selalu muncul. Dia tidak membawa senjata.  Dia hanya membawa bisikan — bisikan yang membuat manusia curiga. Bisikan yang membuat pemimpin dunia merasa harus menang. Bisikan di meja-meja kekuasaan.                                                   

Suatu malam, makhluk kecil itu duduk di antara peta, Di peta itu ada tiga nama : Iran, Israel, dan United States.  Dia tidak perlu mengangkat senjata. Dia hanya berbisik kepada ketiganya ; “Kalau mereka lebih kuat dari kamu, kamu akan hilang.” Dan sejak lama, ketiga negara itu memang saling mencurigai. Konflik antara Iran dan Israel sudah berlangsung puluhan tahun, dipicu oleh berbagai isu geopolitik seperti pengaruh regional dan program nuklir Iran..

Sekarang, ketegangan itu bahkan berubah menjadi serangan besar ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap berbagai target di Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan drone dan misil ke berbagai wilayah dan pangkalan militer. DIiv tersenyum — makhluk kecil itu tidak peduli siapa yang menang. Dia hanya menyukai satu hal: ketakutan — karena ketakutan membuat manusia: memperbanyak senjata,  membangun rudal saling mencurigai Israel merasa terancam oleh kekuatan misil dan jaringan pengaruh Iran.

Iran merasa terancam oleh tekanan militer dan sanksi dari Barat. Amerika merasa harus menjaga keseimbangan kekuatan di Kawasan  — dan setiap kali alasan itu diucapkan — si makhluk kecil hanya tertawa pelan. Ular di tubuhnya berbisik lagi. Sssshhhhh…. siapa  berikutnya ?  

*Jurnalis Senior dan saat ini berkerja di Radio Republik Indonesai (RRI) Bandung

Editor: Jufri Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *