Pijarberita.com, Jakarta — Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) mengangkat tema “Communication for National Sovereignty and Global Peace” dalam pelantikan pengurus periode 2024–2030 di Kampus LSPR, Jakarta, Rabu. Tema ini menegaskan dua peran strategis komunikasi yaitu memperkuat kedaulatan bangsa melalui pengelolaan informasi yang sehat, dan mendorong kontribusi Indonesia dalam membangun perdamaian global melalui dialog lintas budaya, dan diplomasi komunikasi.
Ketua Umum ISKI Profesor Atwar Bajari dalam sambutannya mengatakan tema tersebut menjadi penting di tengah dinamika komunikasi publik yang semakin kompleks. Indonesia saat ini memiliki ruang komunikasi publik yang sangat besar. Ada sekitar 220 juta pengguna internet dan sekitar 160 juta pengguna media sosial aktif, sementara lebih dari seribu perusahaan media beroperasi dalam ekosistem industri media nasional. “Angka-angka ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki salah satu ruang komunikasi publik terbesar di dunia,” kata Atwar yang juga Ketua Dewan Guru Besar Universitas Padjadjaran Bandung itu.
Atwar mengingatkan bahwa besarnya ruang komunikasi tersebut juga menghadirkan tantangan serius, mulai dari kebisingan narasi, polarisasi opini, hingga maraknya disinformasi yang berpotensi menurunkan kualitas komunikasi publik. “Di tengah dinamika tersebut, kontribusi akademisi komunikasi Indonesia dalam percakapan akademik global masih relatif terbatas. Dalam berbagai pemeringkatan bidang communication and media studies, hanya sedikit perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam daftar global. Padahal negara seperti Singapura dan Malaysia dengan jumlah perguruan tinggi yang jauh lebih sedikit justru mampu tampil menonjol dalam pemeringkatan global,” ujarnya.
Atwar menegaskan banyaknya program studi komunikasi di Indonesia, sekitar 650 program studi, sebenarnya merupakan sumber daya potensial yang belum sepenuhnya menjadi kekuatan akademik dan intelektual yang strategis. “ISKI berkomitmen untuk mendorong penguatan kapasitas akademik komunikasi di Indonesia sekaligus memperkuat relevansi ilmu komunikasi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika sosial global,” pungkasnya.
Secara terpisah, Direktur Informasi Publik pada Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nursodik Gunarjo, menyampaikan bahwa komunitas akademik komunikasi memiliki peran penting dalam era transformasi digital. “Komunikasi tidak lagi sekadar proses penyampaian pesan. Komunikasi kini menjadi ruang untuk membangun kepercayaan publik sekaligus fondasi bagi kualitas demokrasi dan kohesi sosial,” ujarnya.
Dikatakan, amanah yang diemban para pengurus ISKI bukan sekadar tugas administratif organisasi, melainkan tanggung jawab intelektual untuk terus mengembangkan ilmu komunikasi agar tetap relevan dengan dinamika masyarakat dan kemajuan teknologi. Karena itu, pemerintah berharap ISKI dapat terus menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem komunikasi yang sehat di Indonesia.
Wakil Ketua Departemen Hubungan Media ISKI periode 2026–2030, Ken Norton Hutasoit, mengatakan Kepengurusan ISKI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Pusat Atwar Bajari dan Sekretaris Jenderal ISKI Pusat Ilham Gemiharto akan memberi perhatian pada penguatan komunikasi publik yang diiringi dengan pembangunan narasi kebangsaan yang konstruktif. “ISKI mendorong hadirnya narasi negara yang berdampak bagi harmoni sosial, sehingga komunikasi publik dapat menjadi instrumen penting dalam membangun kedamaian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai arah kerja organisasi ke depan, ISKI menetapkan 10 program strategis periode 2024–2030, yaitu:
Penguatan riset komunikasi nasional, Peningkatan kualitas publikasi ilmiah internasional di bidang communication and media studies. Penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi komunikasi dan industri media serta industri kreatif. Program literasi komunikasi publik nasional untuk menciptakan ruang komunikasi yang sehat dan kritis. Pengembangan kajian komunikasi terkait kecerdasan buatan (AI), data, dan transformasi digital. Penguatan diplomasi komunikasi Indonesia dalam forum akademik global. Pengembangan jaringan riset komunikasi di kawasan Asia dan Global South. Program peningkatan kapasitas dosen dan peneliti komunikasi.Penguatan solidaritas komunitas akademisi, peneliti, dan praktisi komunikasi nasional. Menjadikan ISKI sebagai rumah intelektual bagi komunitas komunikasi Indonesia.
Melalui agenda tersebut, ISKI berharap potensi besar pendidikan komunikasi di Indonesia dapat menjadi kekuatan strategis untuk memperkuat kedaulatan informasi nasional sekaligus memperluas kontribusi Indonesia dalam peradaban global. (juf)
Editor: Jufri Alkatiri
Caption Foto: ISKI Usung Agenda Kedaulatan Informasi dan Perdamaian Global Melalui Penguatan Ilmu Komunikasi (Foto: Ken Norton Hutasoit)
