Idul Fitri: Kembali ke Fitrah Kemanusiaan

Oleh: Prof. Dr. Murodi al-Batawi, MA*

Kita, umat Islam Indonesia — baru beberapa hari melaksanakan kegiatan Idul Fitri 1447 H/ 2026 M. setelah sebulan lamanya kita berpuasa di bulan Ramadhan —  bulan sucinya umat Islam. Atas perintah Allah swt, semua umat Islam yang sudah akil baligh dan sehat jasami serta ruhani, diwajibkan berpuasa bagi para mukimin. Kecuali mereka yang dalam perjalanan atau safar, dibolehkan berbuka — tetapi Allah menganjurkan untuk tetap berpuasa. Bagi yang tidak mau berpuasa bisa dibayarkan di hari lain sebagai penggantinya.

Setelah sebulan berpuasa, Allah menganjurkan umat Islam untuk bertakbir sebagai isyarat perpisahan dengan bulan  Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan mengucapkan Allahu Akbar dimulai dari habis Ashar hingga menjelang khatib/ imam khutbah shalat Idul Fitri. Setelah selesai Shalat Idul Fitri —  baik yang dilaksanakan di masjid ataupun di lapangan, umat Islam bersalaman dan berlebaran. Setelah itu, umat Islam berlebaran dengan mengunjungi sanak saudara untuk bersilaturrahmi dan saling maaf memaafkan. Mencicipi hidangan alakadarnya dan melanjutkan aktifitas lain selanjutnya. Mereka senang gembira bisa bertemu kembali dengan Hari Raya Idul Fitri yang mereka selalu tunggu kedatangannya. Karena Idul Fitri adalah hari raya yang sangat penting bagi umat Islam, menandai akhir dari bulan Ramadhan yang suci.

Tulisan ini akan membahas tentang Idul Fitri sebagai kesempatan bagi umat Islam untuk kembali ke fitrah kemanusiaan — yaitu menjadi manusia yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah selain untuk meningkatkan iman dan taqwa, serta untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia. Idul Fitri adalah kesempatan bagi umat Islam untuk merayakan keberhasilan mereka dalam menjalankan ibadah puasa dan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya fitrah kemanusiaan.

Fitrah Kemanusiaan

Fitrah kemanusiaan, seperti tercatat dalam al-qur’an QS. al-Rumayat 30 adalah konsep yang sangat penting dalam Islam — yaitu keadaan asli manusia yang suci dan bersih. Menurut Al-Ghazali, dalam Itha Ulumiddin jilid 1 mengatakan — bahwa fitrah kemanusiaan adalah keadaan manusia yang asli dan suci, sebelum dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman. Fitrah kemanusiaan adalah dasar bagi semua ajaran Islam, karena merupakan fondasi bagi iman dan taqwa.

Idul Fitri dan Fitrah Kemanusiaan

Idul Fitri adalah kesempatan bagi umat Islam untuk kembali ke fitrah kemanusiaan — yaitu menjadi manusia yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah — karena itu, Idul Fitri adalah kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan iman dan taqwa, serta untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia. Menurut Ibn Kathir, dalam tafsir Al-qur’an al-‘Adz, Idul Fitri adalah hari raya yang dirayakan oleh umat Islam untuk mengucapkan syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah.

Perspektif Filosofis dan Ahli Tafsir Hadits

Menurut Ibn Sina — dalam Kitab al-Syifa bahwa Idul Fitri adalah kesempatan bagi umat Islam untuk mencapai kebahagiaan sejati, yaitu kebahagiaan yang diperoleh melalui pengetahuan dan pengamalan ajaran Islam. Idul Fitri juga merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya fitrah kemanusiaan dan untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia.

Kemudian menurut Ibn Kathir, dalam Idul Fitri adalah hari raya yang dirayakan oleh umat Islam untuk mengucapkan syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Idul Fitri juga merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan iman dan taqwa, serta untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia.

Dengan denikian dapat dikatakan bahwa Idul Fitri adalah hari raya yang sangat penting bagi umat Islam, menandai akhir dari bulan Ramadhan yang suci. Idul Fitri adalah kesempatan bagi umat Islam untuk kembali ke fitrah kemanusiaan —  menjadi manusia yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah. Idul Fitri juga merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan iman dan taqwa, serta untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia. Semoga Idul Fitri dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya fitrah kemanusiaan dan untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia.

*Profesor Sejarah dan Peradaban. Dosen Tetap Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Editor: Jufri Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *