Hikmah Isra Mi’raj Rasulullah SAW

Oleh: Prof. Dr. Murodi al-Batawi, MA*

Isra Mi’raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada tahun 621 M. Peristiwa ini merupakan perjalanan spiritual Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian naik ke langit hingga Sidratul Muntaha. Isra Mi’raj memiliki banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil, antara lain:

1. Penghargaan Allah SWT terhadap Rasulullah SAW:  Isra Mi’raj menunjukkan bahwa Allah SWT sangat menghargai dan memuliakan Rasulullah SAW. Perjalanan ini merupakan hadiah khusus dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW sebagai penghormatan atas kesabaran dan ketabahan beliau dalam menjalankan misi dakwah.

2. Pentingnya Shalat: Isra Mi’raj juga menunjukkan pentingnya shalat dalam Islam. Shalat adalah salah satu rukun Islam yang paling penting dan merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW diperintahkan untuk melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam sebagai kewajiban bagi umat Islam.

3. Kekuatan Iman dan Kesabaran: Perjalanan Isra Mi’raj juga menunjukkan kekuatan iman dan kesabaran Rasulullah SAW. Beliau tidak ragu-ragu dan tidak kehilangan iman meskipun menghadapi banyak tantangan dan kesulitan dalam menjalankan misi dakwah.

4. Persatuan Umat Islam: Isra Mi’raj juga menunjukkan pentingnya persatuan umat Islam. Rasulullah SAW dipertemukan dengan para nabi sebelumnya, menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang satu dan umat Islam adalah satu umat.

5. Keutamaan Masjidil Aqsa: Isra Mi’raj juga menunjukkan keutamaan Masjidil Aqsa sebagai salah satu tempat suci dalam Islam. Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam dan merupakan tempat yang sangat penting dalam sejarah Islam.

Isra Mi’raj memiliki banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil. Peristiwa ini menunjukkan penghargaan Allah SWT terhadap Rasulullah SAW, pentingnya shalat, kekuatan iman dan kesabaran, persatuan umat Islam, dan keutamaan Masjidil Aqsa. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini dan meningkatkan iman dan kesabaran kita dalam menjalankan misi dakwah. (*)

*Profesor Sejarah dan Peradaban. Dosen Tetap Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Editor: Jufri Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *