Kodim 0721/Blora akan Perbaiki Jembatan Garuda

Pijarberita.com, Blora – Harapan warga Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora, segera terwujud karena jembatan Garuda yang selama ini jadi urat nadi aktivitas warga, akan segera dibangun ulang. Groundbreaking dijadwalkan Selasa.

Selama bertahun-tahun, jembatan itu tidak ubahnya jalur uji nyali karena kondisinya semakin memprihatinkan. Struktur penyangga retak, permukaan lantai aus, bahkan mulai ambles di beberapa titik. Saat musim hujan, risiko makin tinggi, licin dan rawan ambruk sewaktu-waktu.

Menurut salah seorang warga Dukuh Wotrangkul, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung biasa tetapi dapat  menjadi akses utama warga menuju lahan pertanian hingga pusat aktivitas ekonomi desa. Kerusakan yang terjadi otomatis menghambat mobilitas. Distribusi hasil panen tersendat, ongkos angkut meningkat, dan waktu tempuh makin panjang. “Kalau hujan, warga sering was-was melintas tetapi mau tidak mau tetap dilewati karena ini jalur utama,” kata salah satu warga.

Kondisi itu akhirnya mendapat perhatian serius. Perbaikan jembatan Garuda masuk prioritas penanganan wilayah teritorial Kodim 0721/Blora. Keterlibatan TNI diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan sekaligus memastikan kualitas infrastruktur lebih baik.

Pasiter Kodim 0721/Blora Kapten Inf Maningsun mengatakan, pembangunan jembatan bukan hanya soal fisik, tetapi menyangkut keselamatan dan roda ekonomi masyarakat. “Jembatan ini vital. Dengan dibangun kembali, akses warga akan lebih aman dan aktivitas ekonomi bisa berjalan lancar,” kata  Maningsun.

Pembangunan ini juga menjadi momentum penting bagi Desa Klopoduwur karena aksesnya  lebih layak, konektivitas antarwilayah dipastikan meningkat.  “Distribusi hasil pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga bisa lebih cepat dan efisien,” katanya.

Keberadaan jembatan Garuda diharapkan membawa efek domino, tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi desa yang lebih luas. Kini, warga tidak lagi sekadar berharap. Groundbreaking menjadi tanda bahwa penantian panjang segera berakhir. Jembatan Garuda bukan lagi ancaman, melainkan akan kembali menjadi penghubung harapan. (rahul)

Editior: Jufri Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *