Tim Pengabdian UPN Veteran Jakarta Lakukan Kunjungan Muhibah ke Malaysia

Tim Pengabdian UPN Veteran Jakarta melakukan kunjungan kerja  ke Kuala Lumpur, Malaysia yang terdiri Dr Jubaedah, Dr Guntur Saragih, dan Dr Yudi. (Foto: Tim PKM FEB UPN Jakarta)

Pijarberita.com, Jakarta— Tim PKM FEB UPN Veteran Jakarta, 23 Juli lalu melakukan kunjungan Muhibah ke kota Kuala Lumpur Malaysia  untuk pengamatan pasar kuliner. Tim terdiri dari  Dr Jubaedah, Dr Guntur Saragih, dan Dr Yudi — mencatat hasil penelusuran bahwa potensi untuk menjual produk Emping dan membuka restoran Indonesia sangat mencerahkan.

Siaran Pers FEB UPN Veteran Jakarta, Senin, menyatakan, kunjungan tersebut sebagai bentuk perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi. Hasil pengamatan, besarnya jumlah warga atau keturunan Indonesia di Kuala Lumpur sangat potesial untuk mengembangkan bisnis makanan khas Indonesia–  antara lain membuka  Restoran Sudi Mampir—yang membuktikan bahwa konsumen  negeri jiran itu  menyukai makanan Indonesia.

Disebutkan juga, dari sisi nama, kata  dan makna Sudi Mampir menunjukkan suasana Indonesia, khususnya Bahasa Jawa. Sudi Mampir adalah berasal dari kata jawa yang artinya “ berkenan berkunjung”.

Restoran Sudi Mampir  menyajikan masakan Indonesia, bahkan pegawanya juga berasal dari Indonesia. Selain itu, menu yang disajikan menarik masyarakat Malaysia seperti  soto, rawon,  dan bakso. Melihat kondisi ini, tim peneliti UPN Veteran Jakarta – optimistis potensi  mengembangkan produk makanan lainnya masih sangat terbuka lebar. Emping yang berbahan baku Melinjo merupakan usaha yang banyak dilakukan di Indonesia dan khususnya di desa Cinangka Serang– namun, bahan baku ini tidak banyak di Malaysia. Tanaman Melinjo  sulit ditemukan di Malaysia, padahal kultur makan Emping sudah lama ada di Malaysia.

Kunjungan Abdimas Fakultas Ekonomi UPN Veteran Jakarta ini—mensinyalir potensi pengembangan produk Indonesia untuk pasar Malaysia dapat dikembangkan dan dibutuhkan  kerja  serius untuk dapat mewujudkan pengembangan pasar tersebut. Mulai dari kapasitas produksi, proses pengiriman barang,  dan standar kualitas. (jal/*)

Editor: Jufri Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Website