KEK ETKI BSD: Pertumbuhan Baru Provinsi Banten       

Pijarberita.com, Tangerang- Pemerintah terus mengoptimalkan peran Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK  sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru dan instrumen strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Pelaksana Tugas atau Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, dalam Seminar bertajuk “Menakar Daya Ungkit KEK ETKI BSD sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru  di Bumi Sewrpong Damai  atau BSD, Tangerang”, Sabtu, mengatakan, hingga Triwulan IV 2025, KEK telah mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp335 triliun dan menyerap lebih dari 407 ribu tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.  Seminar ini adalalah bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Edwin menyampaikan bahwa pengembangan KEK dirancang untuk meningkatkan investasi, mempercepat pembangunan daerah, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi ketimpangan antar-wilayah.  Selain itu, KEK juga berperan dalam menekan devisa keluar melalui pengembangan sektor kesehatan, pendidikan, dan maintenance, repair, and overhaul (MRO).

“KEK dikembangkan sebagai kawasan dengan batas tertentu yang memiliki akses langsung ke pasar global atau sumber daya strategis, didukung oleh pelayanan perizinan satu pintu, fasilitas fiskal dan nonfiskal, serta dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah,” kata Edwin yang pernah memperkuat grup penyanyi Trio Libels di era 1980-1990-an.

Saat ini, menurut Edwin, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar dari Aceh hingga Papua, terdiri atas KEK industri, pariwisata, kesehatan, digital, teknologi, edukasi, dan jasa lainnya. Sebanyak 18 KEK berada di luar Pulau Jawa dan tujuh KEK di Jawa, sejalan dengan agenda pemerataan pembangunan nasional.

Dia menjelaskan, dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pengembangan KEK difokuskan pada hilirisasi komoditas prioritas, industri padat karya, industri berbasis inovasi dan berorientasi ekspor, serta penguatan integrasi ekonomi domestik dan global. KEK juga diarahkan untuk mendukung ekonomi hijau, ekonomi biru, dan circular economy.

Kinerja KEK sepanjang 2025 menunjukkan capaian signifikan. Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp84,1 triliun, melampaui target, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 87.585 orang. Sementara itu, nilai ekspor dari KEK pada Januari–Desember 2025 tercatat sebesar Rp105,6 triliun, dengan kontribusi utama dari KEK Galang Batang, Sei Mangkei, Gresik, dan Kendal.

Selain sektor industri, kata Edwin, KEK juga berperan sebagai katalisator peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pengembangan pendidikan di KEK difokuskan pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM), kesehatan, digitalisasi, ekonomi hijau, dan hilirisasi. Sejumlah perguruan tinggi internasional telah dan akan beroperasi di KEK, antara lain King’s College London, Monash University, serta Queen Mary University of London yang ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.

Kajian Australia Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) pada November 2025 menunjukkan bahwa penetapan KEK memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan, dengan tambahan investasi rata-rata Rp1,64 triliun per tahun per kota serta penciptaan lebih dari 91 ribu lapangan kerja dibandingkan wilayah non-KEK. Investasi asing langsung tercatat meningkat hampir 69 persen. 

“Dengan berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal, kemudahan perizinan, serta dukungan kebijakan daerah, KEK diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan daya saing industri nasional, memperkuat rantai pasok global, dan mendorong transformasi ekonomi berkelanjutan. Pemerintah optimistis, optimalisasi KEK akan menjadi fondasi penting dalam mencapai target Indonesia Emas 2045,” ujar Edwin.  (jal)

Editor: Jufri Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *