IKWI Perkuat Keluarga Pers Lewat Budaya dan Literasi Energi (Foto: Humas PWI Pusat)
Pijarberita.com, Jakarta – Pelestarian budaya Nusantara menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI), yang berlangsung hari ini, di Jakarta. Melalui semangat kebersamaan– organisasi pendamping keluarga insan pers itu menegaskan komitmennya memperkuat solidaritas keluarga wartawan sekaligus menjaga warisan budaya bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi.
Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana mengatakan, memasuki usia ke-65 tahun, IKWI terus memperkuat perannya sebagai organisasi yang tidak hanya mendampingi keluarga wartawan, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. “Usia 65 tahun adalah bukti ketahanan dan konsistensi IKWI. Kami akan terus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, berwawasan, serta memiliki keterampilan yang bermanfaat untuk mendukung profesi wartawan dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Indah.
Dikatakan, IKWI akan terus mendorong digitalisasi organisasi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dan mental keluarga wartawan agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era disrupsi informasi. Sebagai organisasi yang menghimpun istri wartawan, wartawati, istri karyawan, dan karyawati perusahaan pers, IKWI juga berkomitmen memperluas program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan ekonomi kreatif, pendidikan, dan kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi anggota.
Sementara, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengapresiasi kiprah IKWI yang selama lebih dari enam dekade konsisten menjadi pendamping sekaligus penyemangat keluarga wartawan Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, kekuatan keluarga menjadi modal penting dalam menjaga profesionalisme dan integritas insan pers. “Semangat kebersamaan, IKWI diharapkan terus menjadi pilar pendukung yang tangguh bagi keluarga pers Indonesia di tengah dinamika dan tantangan disrupsi informasi saat ini,” kata Munir.
Ketua Panitia HUT Ke-65 IKWI Rahmayulis Saleh mengatakan, tema kebudayaan sengaja dipilih sebagai bentuk komitmen organisasi untuk terus menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda. Puncak peringatan yang semula dijadwalkan bertepatan dengan hari lahir IKWI pada 19 Juli digeser menjadi 21 Juli agar dapat diikuti lebih banyak peserta dari berbagai daerah. Selain menjadi ajang silaturahmi, peringatan HUT kali ini juga menghadirkan Webinar Nasional “Transformasi Penggunaan Kompor Gas ke Listrik” dengan narasumber Direktur Ekonomi Celios Nailul Huda.
Webinar tersebut memberikan pemahaman kepada anggota mengenai tantangan dan peluang transisi energi yang tengah berlangsung di Indonesia. “Kami ingin peringatan HUT tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memberikan edukasi kepada anggota sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujar Rahmayulis.
Nuansa kebudayaan semakin terasa melalui Lomba Fashion Show Busana Adat Nusantara yang diikuti perwakilan IKWI dari 18 provinsi. Setiap peserta tidak hanya memperagakan busana adat daerah masing-masing, tetapi juga menjelaskan filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas desainer Nina Nugroho, Sonny Muchlison, dan Amy Atmanto.
Hasil penilaian, IKWI Provinsi Sumatera Barat meraih gelar Juara Umum (Best Costume & Appearance) sekaligus Best Performance. Juara I diraih IKWI Provinsi Riau, Juara II IKWI Provinsi Lampung, Juara III IKWI Daerah Istimewa Yogyakarta, sedangkan penghargaan Best Catwalk diberikan kepada IKWI Provinsi Kepulauan Riau. (alk)
Editor: Jufri Alkatiri
