Pegiat Teologi dan Filsafat Islam (Foto: Anwar R. Soediro)
Oleh: Anwar R. Soediro*
D. Karakteristik Utama Kapitalisme Negara
a) Dominasi BUMN dan Sovereign Wealth Funds (SWF): Perusahaan milik negara (BUMN) menguasai sektor strategis seperti energi, perbankan, telekomunikasi, dan infrastruktur. Keuntungan negara dikelola lewat dana abadi negara (SWF) untuk investasi global.
b) Intervensi “Tangan Terlihat” (Visible Hand): Kebalikan dari teori invisible hand_ Adam Smith, pemerintah secara aktif “memilih pemenang” (picking winners) dengan memberikan subsidi, proteksi, atau modal besar kepada industri tertentu yang dianggap strategis.
c) Orientasi Profit Global: BUMN dan lembaga investasi negara dikelola secara profesional untuk bersaing di pasar internasional dan menghasilkan keuntungan komersial, bukan sekadar menyediakan layanan publik.
d) Kontrol Politik atas Ekonomi: Keberhasilan ekonomi digunakan sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas politik dalam negeri dan memperkuat posisi geopolitik negara di panggung dunia.
Aktor dan Instrumen Utama Untuk menggerakkan system kapitalis negara, negara menggunakan tiga instrumen utama [Pemerintah / Elite Penguasa]:1. BUMN Raksasa (Energi, Perbankan, Infrastruktur); Menjadi lokomotif pembangunan nasional (contoh: Sinopec di Tiongkok, Saudi Aramco di Arab Saudi, atau Temasek di Singapura)
2. Sovereign Wealth Funds (Dana Abadi untuk Investasi Pasar): Lembaga investasi yang memutar surplus devisa negara ke berbagai aset finansial global untuk mengamankan kekayaan jangka panjang.
3. Korporasi Swasta “Nasional” (Diberi privilese & monopoli); Korporasi Swasta Titipan (National Champions) : Perusahaan swasta yang mendapat restu, proyek, dan proteksi dari negara agar mampu bersaing secara global.
E. Perbedaan Kontras dengan Ekonomi Pasar (Neo Liberal)
a) Aktor Utama; dalam ekonomi pasar adalah Korporasi Swasta & Investor, sedang dalam prabowonomics BUMN & Lembaga Investasi Negara. b) Peran Pemerintah; dalam ekonomi pasar Hanya regulator dan pengawas, sedang dalam prabowonomics pemerintah pemimpin ekonomi & mesin penggerak utama. c) Sifat Kebijakan; dalam ekonomi pasar Desentralisasi & Efisiensi Pasar; sedang dalam prabowonomics Sentralisasi komando & intervensi fiskal ekspansif
F. Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan: Mobilisasi Modal Cepat: Negara bisa langsung menyalurkan dana triliunan rupiah untuk proyek raksasa (seperti infrastruktur) tanpa birokrasi pasar saham yang rumit. Tahan Krisis Jangka Pendek: Karena modalnya adalah negara, perusahaan tidak mudah bangkrut saat terjadi gejolak pasar global. Fokus Jangka Panjang: Pemerintah bisa merencanakan visi industri untuk 10–20 tahun ke depan tanpa didikte oleh laporan keuangan kuartalan investor.
Kelemahan & Risiko:
Crowding Out Effect; Dominasi BUMN yang terlalu kuat dapat mematikan ruang gerak pengusaha swasta kecil dan menengah (UMKM). Alokasi Modal yang Tidak Efisien; Proyek sering kali dibangun demi kepentingan politik atau prestise penguasa, bukan karena kalkulasi keekonomian yang matang (menyebabkan pemborosan anggaran). Crony Capitalism(Kapitalisme Kroni); Kedekatan antara elite politik dan pengusaha melahirkan praktik korupsi, kolusi, dan perburuan rente (rent-seeking) yang merusak tata kelola yang baik (good governance).
G. Antara Ambisi dan Realitas
Ambisi Presiden Prabowo dengan Prabowonomics sengaja menggeser arah jarum jam ekonomi Indonesia dari mazhab pasar bebas ke arah keterlibatan penuh “tangan negara” demi mengejar target pertumbuhan 8 persen.
Pemerintahan Prabowo tampaknya tidak berupaya mengatasi akar masalah; distorsi di sisi penawaran (supply side) yang selama ini menghambat pertumbuhan produktivitas Indonesia. Hasil analisis realitas ekonomi yang berfokus pada enam isu yang saling terkait dalam tema kebijakan fiskal, moneter, dan struktural menunjukkan:
Kebijakan fiskal yang dirancang dengan buruk dan memiliki prioritas terdistorsi; misalokasi sumber daya dalam program-program unggulan pemerintah; Kebijakan moneter dan kuasi-moneter yang tidak efektif; Dan meningkatnya peran kapitalisme yang dipimpin negara *_(state-led capitalism);_* Keterlibatan militer dan kepolisian yang semakin besar; Serta kurangnya perhatian terhadap masalah-masalah struktural. Prabowonomics justru tidak menjawab akar masalah perekonomian, alih-alih melesat pertumbuhan ekonomi Indonesia; realitasnya justru ekonomi Indonesia dalam bahaya karena salah alokasi anggaran.
Sebuah Hadits Nabi mengingatkan: Ath-thoriqu ahammu minal ghoyah. Jalan yang dilakukan itu lebih utama dari ide nya. Ide sosialis Karl Mark, memang menarik, tetapi banyak contoh negara-negara yang gagal mengimplementasikan dengan menempuh jalan yang salah : Uni Soviet (USSR); Sistem ekonomi terpusat (planned economy) memicu inefisiensi masif, kelangkaan barang pokok, dan korupsi birokrasi. Venezuela: Nasionalisasi perusahaan swasta secara agresif, kontrol harga yang ketat, serta ketergantungan ekstrem pada komoditas minyak bumi. Ketika harga minyak dunia anjlok, fondasi ekonomi mereka ikut hancur. Hampir seluruh negara satelit Uni Soviet di Eropa Timur (Jerman Timur, Polandia, Yugoslavia & Ceko) mengalami kegagalan ekonomi sosialis secara serentak pada akhir 1980-an.
*Pegiat Teologi dan Filsafat Islam
Editor: Jufri Alkatiri
