Arifa Rahma Maulydha, siswi SMAN 1 Keritang, Tembilahan, Indragiri Hilir Riau (Foto: Dok, Anjar)
Bibirnya bergetar dan air matanya mengalir jatuh ke bajunya tanpa disadari, Arifa Rahma Maulydha, anak petani, siswi SMAN 1 Keritang, Tembilahan, Indragiri Hilir Riau– bersyukur kepada Allah SWT — karena dinyatakan lolos dan terpilih sebagai salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional tahun 2026 di Istana Merdeka Jakarta.
Arifa Rahma Maulydha — satu-satunya perwakilan Riau yang lolos setelah melalui rangkaian seleksi berjenjang dan ketat. Keberangkatan Arifa ke pemusatan latihan nasional pun tidak bermula dari lingkungan dengan fasilitas khusus. Dia justru menjalani semua prosedur yang berlaku secara mandiri. Sejak dinyatakan lolos, jadwal Arifa pun berubah total. Selama empat bulan sebelum keberangkatan, latihan fisik dilakukannya setiap hari mulai pagi hingga menjelang magrib. Rutinitas itu dijalaninya di sela kegiatan sebagai pelajar.
Proses seleksi Paskibraka Nasional tahun ini menempatkan Arifa bersama peserta dari 38 provinsi lain. Mereka akan menjalani pemusatan latihan sebelum bertugas pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka. Arifa merupakan anak seorang petani di Inhil yang bernama Sulaiman. Dia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Selain sekolah, kegiatannya sehari-hari turut membantu pekerjaan orangtuanya di ladang.
Kedua orangtua Arifa sama sekali tidak menyangka jika putrinya ini bisa lolos seleksi sebagai anggota Paskibraka Nasional tahun 2026. Terlebih, Arifa dikenal sebagai sosok anak yang pendiam. “Sebagai orangtua kami tidak menyangka anak kami lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional. Apalagi dia anaknya pendiam. Kami baru tahu saat dia sudah lolos seleksi tingkat kabupaten,” kata Sulaiman.
Minat terhadap baris-berbaris sudah muncul sejak Arifa duduk di bangku sekolah dasar. Dua kakaknya pernah menjadi anggota Paskibraka di tingkat kecamatan. Pengalaman itu menjadi referensi awal bagi Arifa untuk mencoba ke jenjang yang lebih tinggi.
Di luar kegiatan sekolah dan latihan, Arifa tetap terlibat dalam pekerjaan rumah. Pada musim tanam dan panen, dia ikut membantu orangtuanya di ladang. Sikap itu disebut keluarga sebagai bagian dari kebiasaan yang dijaga sejak kecil.
Bagi Sulaiman, terpilihnya Arifa membawa nama daerah ke forum nasional membuatnya bangga. Sebagai petani, dia tidak pernah menyangka pencapaian Arifa bisa sejauh itu. Apalagi dia juga tidak pernah memberikan target khusus kepada Arifa.
Sulaiman menegaskan bahwa seluruh keluarga mendukung penuh dan berharap dukungan serta doa dari masyarakat Riau, khususnya masyarakat Kabupaten Inhil agar Arifa dapat menjalankan tugas yang diembannya dengan sebaik mungkin. Terlebih dia tak hanya akan membawa nama baik sekolah, tetapi juga akan menjadi kebanggaan bagi daerah dan keluarga.
“Kami tentunya berharap dan berdoa agar Arifa, dan seluruh anggota Paskibraka Nasional dapat menyelesaikan tugas dengan lancar, serta diberikan kemudahan hingga kembali ke daerah asalnya masing-masingnya dengan selamat,” pungkasnya. (anjar/juf)
Editor: Jufri Alkatiri
