Riset AI Inklusif Universitas Brawijaya Tembus Jurnal Scopus Q4 (Foto: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB Malang)
Pijarberita.com, Malang– Upaya mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang inklusif dan etis di perguruan tinggi terus dilakukan Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timr. Salah satunya melalui riset yang mengkaji peran literasi digital, pengaruh sosial, dan kesenjangan digital dalam adopsi AI di kalangan mahasiswa.
Perkembangan riset tersebut dipaparkan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Dosen Berkarya Universitas Brawijaya Tahun 2026 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Gedung A Lantai 2, Senin (31-08-2026). Tim peneliti yang diketuai Prof. Dr. Wuryan Andayani, CA., CSRS., CSRA mempresentasikan penelitian berjudul “Model Adopsi Kecerdasan Artifisial yang Inklusif dan Etis bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi: Peran Literasi Digital, Pengaruh Sosial, dan Kesenjangan Digital.”
Gandeng Universiti Malaya
Penelitian tersebut tidak hanya melibatkan peneliti dari Universitas Brawijaya. Riset juga dikembangkan melalui kolaborasi internasional dengan Universiti Malaya, yang melibatkan Dr. Rosila Bee Binti Mohd Hussain. Disebutkan, kolaborasi dilakukan dalam sejumlah tahapan penelitian, mulai dari pembahasan pelaksanaan riset, pengolahan dan analisis data, penulisan artikel ilmiah, hingga proses review dan penyempurnaan artikel. Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas penelitian sekaligus membuka ruang kolaborasi akademik lintas negara. Artikel Riset Diterima Jurnal Scopus Q4
Siaran Pers Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Malang, Senin, menyebutkan, capaian yang cukup menonjol dari penelitian ini adalah diterimanya artikel ilmiah berjudul “Bridging the Artificial Intelligence Divide in Higher Education: Digital Literacy, Social Influence, and Ethical AI Adoption among University Students” pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q4. Publikasi tersebut memperlihatkan bahwa isu kesenjangan dalam pemanfaatan AI di perguruan tinggi tidak hanya menjadi perhatian pada tingkat institusi, tetapi juga memiliki relevansi untuk dibahas dalam forum akademik internasional.
Menurut hasil pemaparan dalam kegiatan Monev, proses evaluasi juga memberikan masukan bagi tim peneliti untuk menyempurnakan pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan pemenuhan luaran Program Dosen Berkarya.
AI Bukan Sekedar Teknologi
Riset tersebut, menempatkan adopsi AI dalam konteks yang lebih luas. Persoalannya bukan semata-mata mengenai kemampuan mahasiswa menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, tetapi juga menyangkut literasi digital, pengaruh lingkungan sosial, serta kesenjangan akses dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi, karena itu, pengembangan AI di lingkungan pendidikan tinggi perlu dibarengi dengan perhatian terhadap aspek inklusivitas dan etika. Pendekatan tersebut menjadi penting agar perkembangan teknologi tidak justru memperlebar kesenjangan di antara pengguna.
Selain menghasilkan publikasi ilmiah internasional, penelitian ini juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui Program Dosen Berkarya, Universitas Brawijaya tidak hanya mendorong produktivitas penelitian, tetapi juga memperkuat jejaring akademik internasional dan menghasilkan kajian yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi di era kecerdasan artifisial. Riset kolaboratif UB dan Universiti Malaya ini sekaligus menegaskan pentingnya memastikan bahwa perkembangan AI di perguruan tinggi berjalan beriringan dengan literasi, pemerataan, etika, dan kemitraan global (ries/*)
Editor: Ries Mariana
