Suyudi: Kapolri Pencinta Bambu dan Budaya

Oleh: Toto Izul Fatah*

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA (Foto: Toto Izul Fatah)

Di balik seragam dan tugas berat menjaga keamanan, rupanya ada sisi lain dari Kapolri baru, Komjen Pol Suyudi Ario Seto yang belum banyak diketahui publik. Dia adalah sosok salah satu petinggi negeri yang sangat peduli terhadap bambu, seni, dan budaya. Saya menyaksikan kepedulian itu ketika beliau hadir dalam Sarasehan Budaya di Padepokan Bambu pimpinan Aki Jatnika, Cibinong, Bogor, akhir Desember 2025.

Acara yang juga dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Prof. Yudi Krisnandi, serta sejumlah tokoh, dan seniman Jawa Barat itu mempertemukan kepemimpinan negara dengan kekayaan budaya lokal.  Di sana, Suyudi berbicara tentang bambu sebagai tanaman yang kuat, lentur, dan berakar kokoh. Sebagai tumbuhan hijau, bambu juga berfotosintesis dan ikut menghasilkan oksigen, sekaligus memiliki beragam manfaat bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Bagi Suyudi, pesan penting bambu itu terasa dekat dengan harapan kepada seorang pemimpin. Kuat menghadapi tekanan, kokoh memegang prinsip, tetapi tetap lentur dalam merangkul perbedaan. Kekuatan yang baik bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberi manfaat seluas-luasnya. Nilai itu layak menjadi bekal seorang Kapolri dalam memimpin institusi sebesar Polri.

Kepedulian Suyudi pada budaya juga tampak ketika dia mengapresiasi Senam Hijaiyah Indonesia (SHI) dan Senam Kebudayaan Indonesia (SKJ)– kreasi yang digali dari tradisi leluhur dan dipelopori Aki Jatnika.

Menurut Suyudi, keduanya membawa misi untuk  membangun masyarakat yang sehat, termasuk sehat dan terlindungi dari narkotika. Dia berharap senam tersebut dapat diterima berbagai lapisan masyarakat. Gagasan itu penting karena upaya melawan narkoba tidak cukup mengandalkan penindakan. Masyarakat juga membutuhkan pendidikan, kegiatan positif, kebersamaan, dan ruang budaya yang menguatkan.

Seni dan olahraga tidak menggantikan tugas aparat, tetapi dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun lingkungan yang lebih sehat dan tangguh. Tantangannya besar. UNODC memperkirakan sekitar 296 juta orang berusia 15–64 tahun menggunakan narkoba pada 2021, setara 5,8 persen populasi dunia dalam kelompok usia tersebut. Angka 292 juta yang kerap dikutip merujuk pada perkiraan untuk 2022, yang disampaikan dalam World Drug Report 2024.

Di Indonesia, hasil pengukuran BNN untuk periode 2023–2025 mencatat prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 2,11 persen, atau diperkirakan sekitar 4,15 juta penduduk.  Angka itu meningkat dibandingkan hasil 2023, yaitu 1,73 persen atau sekitar 3,33 juta orang. BNN juga menyebut estimasi tersebut masih mungkin berada di bawah jumlah sebenarnya. Ini menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus berjalan beriringan dengan pencegahan, edukasi, dan pemulihan.

Suyudi membawa pengalaman memimpin BNN. Dalam catatan kinerja lembaga sepanjang 2025—tahun ketika dia mulai menjabat sebagai Kepala BNN—BNN bersama aparat penegak hukum mengungkap 746 kasus narkotika dan prekursor, membongkar 42 jaringan terorganisasi, serta mengamankan 1.174 tersangka.

BNN juga melaporkan pengungkapan enam kasus pencucian uang terkait narkotika dengan aset sitaan senilai Rp144,19 miliar dan penangkapan 16 orang dalam daftar pencarian, termasuk buronan Interpol Dewi Astutik di Kamboja.

Capaian tersebut merupakan kerja bersama banyak unsur, tetapi memberi gambaran tentang pengalaman lembaga yang kini dibawa Suyudi ke jabatan barunya.  Kepedulian kepada bambu dan budaya, kedekatan dengan aktivis dan ulama, serta pengalaman di BNN merupakan modal sosial dan pengalaman yang berharga.  Tentu, semuanya perlu diwujudkan dalam kerja yang nyata: Polri yang profesional, dipercaya masyarakat, teguh menegakkan hukum, dan mampu melindungi warga tanpa pandang bulu.

Bambu mengajarkan bahwa kekuatan dapat hadir bersama kelenturan. Budaya mengingatkan bahwa masyarakat perlu dirangkul dan diwarisi nilai-nilai baiknya. Semoga dua pesan itu ikut menyertai Komjen Suyudi Ario Seto dalam memimpin Polri dan menjalankan tanggung jawabnya kepada bangsa.

*Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA

Editor: Jufri Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Website