Oleh: Prof. Dr. Murodi al-Batawi, MA*
Meski Pusa Ramadan hampir sepekan — rasanya baru kemarin dilakukan. Tidak terasa berpuasa, seperti tahun tahun sebelumnya. Jika berpuasa tahun tahun dahulu, kita sangat sibuk sekali persiapan yang harus dilakukan. Sepertinya, puasa tahun ini, tidak seperti dahulu. Suasana terlihat sibuk atau agak sibuk menjelang berbuka, terutama para penjual ta’jil yang menjajakan barang dagangannya. Saat itulah para pemburu ta’jil berdatangan untuk membelinya. Puasa sekarang biasa saja, tidak ada persiapan berupa makanan ta’jil dan lain sebagainya. Cukup apa yang ada di dapur saja. Dan dimasak. Itulah santapan yang akan masuk ke kerongkongan dan perut kami — tetapi, bagaimana aktifitas masyarakat muslim menjelang sahur. Inilah yang menjadi fokus tulisan ini.
Sahur, merupakan anjuran Kanjeng Rasul bagi siapapun yang akan berpuasa esok hari. Beliau dalam hadits menyatakan Tasahharu, fa Inna fi al-sahuri Barakah. Bersahurlah, karena di situ ada keberkahan atau kebaikan. Karena itulah, sejak dahulu hingga kini ada sebuah tradisi yang dilakukan masyarakat Betawi dalam menyambut dan membangunkan masyarakat Muslim untuk Sahur.
Tradisi Menyambut Sahur di Betawi
Di Betawi, sekira tahun 1970-an, ada sebuah tradisi yang dilakukan, baik oleh anak-anak muda Muslim atau para orang tua, dalam menyambut dan membangunkan Sahur. Umumnya, sebelum berangkat pergi membangunkan masyarakat, mereka berkumpul terlebih dahulu di masjid atau mushalla. Bahkan mereka tidur di masjid atau mushalla selama Ramadan dan baru pulang menjelang sahur. Mereka sudah mempersiapkan peralatan untuk membangunkan masyarakat untuk bersahur. Karena saat itu belum masuk listrik, mereka mempersiapkan peralatan, seperti obor yang dibuat dari bambut diberi minyak tanah di dalam lubang bambu, senter, kentongan, kadang bawa bedug kecil untuk dibunyikan saat mereka beraksi.
Setelah semua persiapan lengkap, sekira pukul 00.01- 04.00 wib mereka beraksi secara bergerombol berkeliling kampung sambil berteriak” sahur, sahur, sahur. Door to door mereka datangi rumah penduduk hingga terbangun pemiliknya. Begitulah mereka beraksi hingga semua target terbangun untuk bersahur. Setelah target selesai, satu persatu mereka pulang ke rumah untuk sahur bersama keluarga. Sehabis itu, mereka datang kembali ke masjid atau mushalla untuk shalat berjama’ah Subuh. Setelah berdzikir dan berdo’a, mereka membaca al-qur’an hingga pagi. Setelah itu, baru mereka melanjutkan tidur di masjid atau mushalla dan ada juga yang pulang ke rumah untuk melanjutkan tidur.
Tradisi semacam hingga kini masih dilakukan, meski dengan format berbeda. Misalnya, di berbagai media tv ada program sahur on the road” yang dilakuan generasi muda muslim untuk mengajak masyarakat muslim ersahur.
Manfaat Makan Sahur: Energi untuk Hari yang Lebih Baik
Makan sahur adalah salah satu kebiasaan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam, terutama saat bulan Ramadhan –namun, tidak hanya bagi umat Muslim, makan sahur juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan energi tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat makan sahur yang perlu Anda ketahui: 1. Meningkatkan Energi: Makan sahur membantu meningkatkan energi tubuh Anda untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang, Anda dapat meningkatkan stamina dan konsentrasi Anda. 2. Mencegah Lapar: Makan sahur dapat mencegah lapar yang berlebihan saat berpuasa. Dengan demikian, Anda dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman dan tidak merasa lemah. 3. Membantu Pencernaan: Makan sahur dapat membantu memperlancar proses pencernaan makanan. Dengan demikian, Anda dapat menghindari masalah pencernaan seperti konstipasi dan lain-lain. 4. Meningkatkan Konsentrasi: Makan sahur dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus Anda. Dengan demikian, Anda dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih efektif. 5. Membantu Menurunkan Berat Badan: Makan sahur dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan metabolisme tubuh dan mengurangi konsumsi makanan yang berlebihan.
Tips Makan Sahur yang Sehat
Konsumsi makanan yang seimbang, seperti karbohidrat, protein, dan sayuran. Hindari makanan yang berlemak dan berminyak. Minum banyak air putih sebelum dan setelah makan sahur, dan jangan lupa untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran. Dengan demikian, makan sahur bukan hanya sekedar kebiasaan, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan energi tubuh. Semoga artikel ini dapat membantu Anda memahami pentingnya
*Profesor Sejarah dan Peradaban. Dosen Tetap Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Editor: Jufri Alkatiri
Caption Foto: Tradisi Membangunkan Sahur di Betawi Foto: Jayakarta.news)
