Oleh: M. Noeh.Hatumena*
Kemelut antara penyidik Kejaksaan Agung dan Mabes Polri akhir-akhir ini telah menjurus kearah yang kurang sehat– ada malah protes sebagai mempermalukan Bangsa dan Negara serta terkesan pembiaran oleh Penguasa di Indonesia.
Beberapa media Pers yang menyinggung kasus ini — menyatakan masalah utama dari konflik kedua institusi hukum tersebut karena design sistem Hukum Pidana Indonesia sampai saat ini membiarkan dualisme penyidikan perkara tanpa mekanisme koordinasi yang jelas– juga, menjadi asyik bagi orang Indonesia karena budaya Indonesia yang abu-abu sering mengaitkan setiap keributan dengan politik dan kepentingan .
Ramailah suasana politik di dalam negeri akhir-akhir ini yang membuat rakyat bertanya “quo vadis Bapak Presiden, ngapain– kedua institusi hukum tertinggi di negara kita ini dibiarkan saling gorok dan buka borok ?
Kita gunakan frasa Latin quo vadis (mau kemana) untuk bertanya karena sesungguhnya rakyat Indonesia sudah lama menyadari ada budaya korupsi tersebut. Demikian juga gesekan antara kedua institusi ini sudah berlangsung lama merona didalam carut marut budaya abu-abu orang Indonesia. Seyogyanya, Bapak Presiden Prabowo sudah turun tangan hari hari kemarin dan tidak lalu melakukan pembiaran seperti sekarang hingga menyeruak kemana-mana.
Rakyat juga bertanya, kemana suara Menko Polkam, Djamari Chaniago ? Bukankah kedua institusi itu bernaung dibawah Kemenko Polkam? Jenderal Djamari Chaniago di era jayanya dulu — adalah Jenderal yang cerdas dan tegas– mestinya juga memberi solusi atau setidaknya memanggil Keduanya untuk dinasehati. Demikian juga, pesan moral untuk mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan Yusril ihza Mahendra sebagai News maker khususnya tentang hukum dan perundangan. “Kok nggak bunyi. Pak Mahfud MD — di salah satu media dikutip mengeluarkan ucapan yang bukan menyejukkan tetapi malah ngimpori. Apa iya , itu sikap akademik Pak Mahfud atau fabrikasi Media? Walllahualam.
*Jurnalis Senior dan Mantan Pimpinan KB ANTARA
Editor: Jufri Alkatiri
Caption Foto: Jurnalis Senior dan Mantan Pimpinan KB ANTARA (Foto: Dok.cnbcindonesia.com)
