KSP Tegaskan Pentingnya Perguruan Tinggi Aman dan Inklusif Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Budi Pramono, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan  (Foto: Humas KSP)

Pijarberita.com, Yogyakarta — Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Budi Pramono, mewakili Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Perguruan tinggi dipandang bukan sekadar tempat proses belajar mengajar– melainkan pusat penghasil talenta unggul, pusat inovasi, serta penggerak transformasi sosial dan ekonomi. Investasi terhadap pendidikan tinggi pada hakikatnya merupakan investasi jangka panjang negara dalam memperkuat daya saing bangsa.

Prof. Dr. Budi Pramono mengatakan hal itu dalam U25 Leaders Forum Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (30/7). Forum strategis tersebut mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Tinggi yang Inklusif dan Antikekerasan: Memperkuat Aksesibilitas, Kesejahteraan, dan Kesempatan yang Setara”.

Dalam paparannya, Prof. Budi Pramono mengungkapkan, guna menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif, dia menggarisbawahi pentingnya rasa aman di lingkungan kampus.  “Kampus yang berkualitas adalah kampus yang mampu memberikan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika,” tegasnya di hadapan para rektor PTN-BH se-Indonesia.

Dikatakan, tolok ukur keberhasilan perguruan tinggi saat ini telah mengalami pergeseran. Keberhasilan universitas tidak lagi hanya diukur dari capaian akademik ataupun reputasi institusi, melainkan sangat ditentukan oleh iklim lingkungan belajarnya serta manfaat nyata riset bagi masyarakat. “Bagi pemerintah, keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik ataupun reputasi institusi. Keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan perguruan tinggi dalam membangun lingkungan belajar yang sehat, aman, dan inklusif, karena dari lingkungan seperti itulah akan lahir sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berkarakter,” ujar Prof. Budi.

Prof. Budi juga menyoroti aspek SDM sebagai pilar ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global, disrupsi teknologi, hingga ancaman radikalisme dan kekerasan. Ketahanan dan keamanan abad ke-21 tidak lagi hanya dimaknai sebagai kemampuan mempertahankan kedaulatan wilayah, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan membangun manusia yang berintegritas dan tangguh terhadap ancaman nonmiliter. “Ketahanan bangsa juga ditentukan oleh kemampuan membangun manusia yang memiliki daya tahan terhadap berbagai ancaman nonmiliter yang dapat melemahkan kohesi sosial, persatuan nasional, dan produktivitas bangsa,” ungkap Prof. Budi menambahkan.

Ditambahkan, universitas masa depan adalah universitas yang mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, berkeadilan, serta memberikan kesempatan yang setara bagi setiap warga kampus untuk belajar, berkembang, berkarya, dan berprestasi tanpa diskriminasi. Universitas seperti itulah yang akan melahirkan pemimpin bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, empati, serta komitmen untuk menjaga persatuan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen (Purn) Prof. Dr. Budi Pramono, mengajak seluruh pimpinan PTN-BH untuk mengusung tiga pilar kepemimpinan strategis, yaitu Leadership with Integrity, Leadership with Innovation, dan Leadership with Collaboration. Prinsip integritas dipandang sangat krusial dalam melindungi hak-hak seluruh warga kampus. “Integritas tidak hanya tercermin dalam tata kelola yang baik, tetapi juga dalam keberanian melindungi martabat setiap insan akademik,” jelas Prof. Budi.

Mewakili Pimpinan Kantor Staf Presiden (KSP) dan sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Budi Pramono menegaskan bahwa Kantor Staf Presiden akan terus mengawal dan menyinkronkan pelaksanaan program prioritas transformasi pendidikan tinggi. Dia menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada anak bangsa yang terabaikan dalam memperoleh pendidikan tinggi yang layak dan aman. “Sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, pembangunan harus memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh ada talenta yang tertinggal karena disabilitas. Tidak boleh ada mahasiswa yang kehilangan masa depannya karena kekerasan. Dan tidak boleh ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan hanya karena perbedaan latar belakang,” pungkasnya.

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Mayjen (Purn) Prof. Dr. Budi Pramono juga mengunjungi Unit Layanan Disabilitas UGM dan berdialog dengan sejumlah penyandang disabilitas, dilanjutkan mengunjungi Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, yang menunjukkan negara hadir untuk mendukung pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.

Melalui U25 Leaders Forum PTN-BH 2026 ini, diharapkan seluruh perguruan tinggi dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang berdampak nyata bagi kemajuan Indonesia. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Plt. Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Nur Syarifah, S.H., LL.M., Ketua U25 PTN-BH Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., serta para Rektor, Wakil Rektor PTN-BH se-Indonesia, dan para dekan fakultas di UGM. (alk/ken)

Editor: Jufri Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *