HKBP Distrik XXI Banten Berdayakan Pengolahan Minyak Jelanta Jadi Lilin

Praeses HKBP Distrik XXI Banten Pendeta Sumihar Sinaga, M.Th., D.Min., memberi arahan saat pelaksanaan pelatihan pengolahan minyak jelanta menjadi lilin di HKBP Resort Letare,  Parung Serab, Kota Tangerang, Banten. (Foto: Dok. Ken)

Pijarberita.com, Tangerang, Banten — HKBP Distrik XXI Banten mendorong gerakan kepedulian lingkungan melalui pengelolaan minyak jelanta menjadi produk yang kembali bermanfaat. Gerakan ini untuk mengurangi limbah rumah tangga, sekaligus membangun kesadaran jemaat dan keluarga agar terlibat langsung menjaga lingkungan melalui langkah-langkah sederhana dan berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pelatihan pembuatan lilin berbahan minyak jelanta di HKBP Resort Letare, Tangerang, Banten. Program tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama di lingkungan HKBP Distrik XXI Banten, sekaligus membuka peluang bagi gereja-gereja untuk memproduksi sendiri lilin yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan pelayanan, termasuk perayaan Natal.

“Kami HKBP Distrik XXI Banten, sangat berbangga hati boleh berkesempatan untuk mengelola sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai, yaitu minyak jelanta. Kami bisa olah menjadi lilin yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan kita sehari-hari. Kami berharap pengelolaan minyak jelanta ini ke depan, HKBP Distrik XXI Banten, boleh memproduksi sendiri lilin yang bisa dipakai untuk kebutuhan Natal yang ada di gereja masing-masing. Mohon doanya, mohon dukungannya, dan mari bersama-sama menjaga alam. Tuhan memberkati,” kata Praeses HKBP Distrik XXI Banten Pdt. Sumihar Sinaga, M.Th., D.Min di HKBP Resort Letare, Tangerang, Banten, Sabtu. Hadir juga Kepala Bidang Diakonia HKBP Distrik XXI Banten St. Dra. Tiurida Hutabarat dan Pokja Ekologi.

Sementara itu, Pdt Resort HKBP Letare Pdt Johannes Butarbutar, M.Si mengatakan pengelolaan minyak jelanta merupakan bagian dari pemanfaatan barang bekas untuk mengurangi sampah yang merusak bumi. Jemaat HKBP Letare berpartisipasi sekaligus menggerakkan warga sekitar Tangerang untuk sama-sama menanggulangi. “Kita tau banyak persoalan sampah yang merusak alam, mulai dari masalah penumpukan dan kebakaran sampah, hingga terbatasnya tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu kita secara sadar bersama-sama dengan warga melakukan langkah kecil, tapi konkret mengatasi masalah sampah,” ujarnya.

Pelatihan tersebut sekaligus menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman antargereja mengenai cara sederhana mengolah limbah menjadi barang yang memiliki nilai guna. Keterlibatan sejumlah perwakilan jemaat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui gerakan bersama yang dimulai dari tingkat komunitas. Pelatihan pembuatan lilin dari minyak jelanta dihadiri perwakilan jemaat dari HKBP Resort Letare, HKBP Resort Serpong, HKBP Bonang, HKBP Kotabumi.

Program pengelolaan lingkungan tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi antara program HKBP Distrik XXI Banten dengan kegiatan pelayanan dan pemberdayaan yang telah berjalan di HKBP Resort Letare. “Kegiatan ini merupakan program HKBP Distrik yang bersamaan dengan program Dewan Diakonia dan Parheheon Ama HKBP Resort Letare,” ujar Ketua Parheheon Ama dan Pesta Gotilon HKBP Resort Letare Dr. Kennorton Hutasoit, M.I.Kom.

Ama (kaum bapak) HKBP Resort Letare kini menjalankan program Aman Sehat Resik Indah (ASRI) dengan terus melanjutkan program pengumpulan minyak jelanta, oli bekas, plastik dan pemilahan sampah organik dan anorganik. Melalui program tersebut, kepedulian terhadap lingkungan diarahkan menjadi kebiasaan nyata yang tumbuh dari tingkat keluarga dan jemaat. Pengumpulan serta pemilahan limbah dilakukan secara berkelanjutan agar barang yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat dikelola kembali, sekaligus mengurangi beban sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Gerakan ini diharapkan terus berkembang dengan melibatkan semakin banyak jemaat dan masyarakat sekitar. Semangat pelayanan, gotong royong dan kepedulian terhadap ciptaan Tuhan, gereja dapat ikut menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. (fri/ken)

Editor: Jufri Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *