Banten Mulai Terpapar Asap Karhutla, BMKG Ingatkan Bahaya Polusi Udara

Ilustrasi : Asap karhutla yang menyebar di udara hingga ke wilayah Banten dan Jabodetabek

Pijarberita.com, Serang, Banten – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumatera dan Kalimantan mulai memasuki wilayah Provinsi Banten. Kondisi ini memunculkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan kualitas udara, terutama di Serang bagian utara dan Kota Cilegon yang telah terpantau terdampak sebaran asap.

Berdasarkan citra satelit Himawari-9, Stasiun Meteorologi Maritim (Stamar) Kelas I Merak mencatat pergerakan asap karhutla tersebut dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, diimbau menggunakan masker untuk mengantisipasi paparan asap dan polusi udara.

Ketua Pokja Data dan Informasi Stamar Kelas I Merak pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banten, Akhmad Fadholi, membenarkan asap dari kebakaran hutan dan lahan di luar wilayah Banten mulai memasuki sejumlah daerah. “Iya benar sudah mulai masuk. Untuk sebaran asap karhutla sementara menjangkau Serang bagian Utara dan Cilegon, mas,” katanya, Senin.

Fadholi menjelaskan, asap karhutla yang mencapai permukaan tanah dapat bercampur dengan polusi yang sudah ada di Banten. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar. “Tentunya jika asap karhutla sampai ke permukaan tanah dan bergabung dengan polusi yang ada di wilayah Banten, itu dapat memperburuk kualitas udara,” ujarnya.

Dikatakan, masyarakat yang bekerja maupun melakukan aktivitas di luar ruangan diminta meningkatkan kewaspadaan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah antisipasi yang disarankan, terlebih Banten belum memasuki musim hujan sehingga paparan debu dan polusi masih perlu diperhatikan. “Jadi untuk masyarakat tetap waspada, usahakan memakai masker dalam beraktifitas di luar ruangan karna kondisi Banten juga belum masuk musim hujan sehingga paparan debu dan polusi masih tinggi. Demikian mas,” katanya.

Meski asap karhutla telah terpantau memasuki Banten, Fadholi menyebut intensitasnya saat ini cenderung menurun dibandingkan hari sebelumnya. Perkembangan tersebut merujuk pada pembaruan informasi dari BMKG pusat. “Seperti yang diupdate oleh BMKG pusat, sementara intensitas menurun, mas,” katanya.

Leboh lanjut dikatakan, pihaknya belum dapat memastikan kapan sebaran asap tersebut akan sepenuhnya berakhir. Kondisinya masih bergantung pada perkembangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah asal, baik di Sumatera maupun Kalimantan. “Ini kami kurang tau ya, tentunya ini sangat bergantung dari kondisi di area karhutla apakah menurun/tetap/meningkat, namun demikian harapan kami ini akan cepat selesai,” timpalnya.

Di sisi lain, Kasubag TU Stamar Kelas I Merak, Trian Asmarahadi, mengingatkan masyarakat Banten agar turut mencegah terjadinya kebakaran lahan. Meski titik panas atau kejadian kebakaran di Banten disebut masih minim, aktivitas yang berpotensi memicu api tetap perlu dikendalikan agar tidak memperburuk kondisi lingkungan.

Secara khusus dia, mengingatkan warga agar tidak sembarangan membakar ilalang maupun sampah di kebun. Upaya pencegahan tersebut dinilai penting untuk menghindari munculnya kebakaran baru di tengah kondisi sebaran asap karhutla yang mulai memasuki wilayah Banten. “Walaupun titik panas atau kebakaran di Provinsi Banten ini sangat minim, tetapi masyarakat harus tetap berhati-hati. Jangan sampai membakar ilalang atau sampah dikebun, harus dikontrol,” katanya. (Raffi)

Editor: Jufri Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Website