Penyerahan Bantuan : Baznas Provinsi Banten saat menyerahkan bantuan dana untuk Palestina dan korban gempa NTT (Foto: Raffi)
Pijarberita.com, Serang – Sejumlah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Provinsi Banten menyalurkan donasi sebesar Rp334,4 juta untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan masyarakat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.
Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 13-15 Oktober 2026. Dari total donasi yang disalurkan, sebesar Rp123.948.858 diperuntukkan bagi penanganan dampak gempa bumi di NTT. Sementara itu, donasi sebesar Rp210.495.001 dialokasikan untuk membantu masyarakat Palestina.
Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian BAZNAS di Banten terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Dana yang dihimpun diharapkan dapat membantu proses pemulihan warga terdampak gempa sekaligus meringankan beban masyarakat Palestina di tengah krisis kemanusiaan.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membantu sesama. Menurutnya, dana yang dihimpun melalui lembaga zakat diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. “Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, dana yang dihimpun diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT serta meringankan beban warga Palestina,” ungkap Wawan, Minggu.
Dia menambahkan, keterlibatan sejumlah BAZNAS di Banten dalam penyaluran donasi tersebut mencerminkan komitmen untuk mengoptimalkan pengelolaan dana umat agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Bagi BAZNAS, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial. Melalui dana yang dihimpun, bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan, termasuk mereka yang terdampak bencana dan krisis kemanusiaan.
“Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat, tetapi juga sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan membantu sesama yang sedang menghadapi kesulitan,” imbuhnya. (Raffi)
Editor: Jufri Alkatiri
