Pijarberita.com, Jakarta– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menjajaki kerja sama strategis di bidang edukasi dan literasi untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Pertimbangan PWI melakukan kerjasama dengan AFPI karena perkembangan teknologi keuangan di Indonesia, literasi keuangan menjadi fondasi penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial secara bijak dan terhindar dari berbagai risiko, termasuk praktik pinjaman online illegal.
Dalam pertemuan tersebut, AFPI memaparkan sejumlah tantangan nyata yang dihadapi industri Pinjaman Daring (Pindar) saat ini. Tantangan tersebut mulai dari isu reputasi, rendahnya tingkat literasi masyarakat mengenai layanan fintech lending, maraknya pinjaman online ilegal, hingga dinamika regulasi dan persaingan usaha.
Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengatakan, media memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap industri jasa keuangan digital. ”Literasi tidak dapat dilakukan sendiri oleh industri. Media merupakan mitra penting yang mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat membedakan layanan Pindar yang legal dan diawasi regulator dengan praktik pinjol ilegal yang merugikan,” kata Entjik.
Dikatakan, peningkatan literasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan manfaat layanan pendanaan digital, tetapi juga membangun kesadaran mengenai hak dan kewajiban pengguna, prinsip peminjaman yang bertanggung jawab, serta pentingnya menjaga kesehatan finansial.
Sementara itu, Ketua Umum PWI, Achmad Munir, menegaskan, media bertanggung jawab menghadirkan informasi yang edukatif, termasuk terkait isu keuangan yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu langkah konkret yang diperkenalkan PWI dalam pertemuan ini adalah program Safari Jurnalistik– kegiatan edukasi dan literasi yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas jurnalis. Melalui kolaborasi dengan AFPI, program Safari Jurnalistik ini berpotensi menjadi sarana efektif untuk memperluas pemahaman mengenai industri Pindar kepada insan pers di seluruh daerah.
Sebagai organisasi profesi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia yang menaungi lebih dari 40.000 anggota, PWI menyambut baik kolaborasi ini. PWI yang aktif menyelenggarakan pendidikan, pelatihan jurnalistik, serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menilai bahwa kompetensi jurnalis sangat memengaruhi kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Audiensi yang berlangsung pada Senin, dihadiri oleh jajaran petinggi kedua organisasi. Dari pihak AFPI, hadir Ketua Umum Entjik S. Djafar dan Ketua Bidang Humas Kuseryansyah. Sementara dari PWI, dihadiri oleh Ketua Umum Ahkmad Munir, Bendahara Sumber Rajasa Ginting, Wakil Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Ketua Bidang Hukum Jimmy Endey, Ketua Bidang Daerah Mirza Zulhadi, Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Otto, Wakil Ketua Bidang Kerjasama Amy Atmanto,Wabendum Badar Subur serta Kepala Sekretariat Wachyono.
Sebagai bentuk komitmen nyata, AFPI dan PWI berencana untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama program edukasi dan literasi di masa mendatang. Kolaborasi kuat antara industri dan media ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi keuangan nasional. Melalui informasi yang kredibel dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan semakin bijak memanfaatkan layanan keuangan digital, terhindar dari praktik ilegal, serta lebih cakap dalam mengambil keputusan finansial demi meningkatkan kesejahteraan mereka. (alk)
Editor: Jufri Alkatiri
